Consultations

category: BPHTB (Bea Peralihan Hak Atas Tanah Bangunan)

Menghitung Pajak Penjualan Tanah / Bangunan

Tanya:
Apabila ingin jual/beli tanah/rumah bagaimana cara menghitung besar pajaknya, dan ke mana membayarnya?
Dari: supriyadi (supry@divre5.telkom.co.id)

Jawab:
Sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 1994 sebagaimana telah diubah terakhir dengan PP No. 79 Tahun 1999, apabila Anda sebagai Wajib Pajak Perorangan melakukan transaksi penjualan/pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, maka:

  • Anda terutang PPh sebesar 5% dari jumlah bruto nilai pengalihan dan bersifat final. Yang dimaksud dengan jumlah bruto nilai pengalihan adalah nilai yang tertinggi antara nilai transaksi dengan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) - PBB. Contoh:

  • nilai penjualan tanah/bangunan: Rp 100 Juta
  • NJOP-PBP atas tanah/bangunan tersebut Rp 125 juta PPh final terutang = 5% X Rp 125 juta = Rp 6,25 juta

  • Pelunasan PPh terutang tersebut harus Anda setorkan sendiri ke Kas Negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos & Giro dengan menggunakan Surat Setoran Pajak Final (SSP Final) yang dapat diperoleh di Kantor Pelayanan Pajak setempat.

  • Anda tidak terutang PPh final atas penghasilan dari penjualan tanah/bangunan, kalau jumlah bruto nilai pengalihan kurang dari Rp 60 juta (yang bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah) dan jumlah penghasilan Anda --selain penghasilan dari transaksi penjualan tanah/bangunan tersebut-- tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).