Consultations

category: PPN - Pengusaha Kena Pajak (PKP)

Jasa Wisata Tirta

Tanya:
Saya bekerja di sebuah perusahan jasa wisata tirta (selam). Mengapa perusahaan saya yang masih baru sudah di PKP dan diwajibkan PPN sebesar 10% sedangkan perusahaan yang lain pada bidang yang sama (selam) juga cuma menetapkan 1% saja? (Saya tidak tahu apakah mereka sudah PKP).
-Yang manakah yang benar semestinya?
-Apakah pengaruh dari modalnya (PMA)?
-Apakah bisa beda KLU (Klasifikasi Lapangan Usaha) pada perusahaan yang sejenis? Saya KLU 96250. Terima kasih.

Icha (icha01@telkom.net)

Jawab:
Saudara Icha, jasa wisata tirta tidak termasuk jasa yang Dasar Pengenaan Pajak (DPP)-nya diatur dalam Kepmenkeu No. 567/KMK.04/2000 Tentang Nilai Lain sebagai DPP, sebagaimana telah diubah dengan Kepmenkeu No. 251/KMK.03/2002; dengan demikian atas penyerahan jasa tersebut tersebut terutang PPN dengan tariff 10 % sesuai dengan ketentuan Pasal 7 ayat (1) UU PPN. Mengenai penerapan PPN dengan tariff 1 % oleh perusahaan lain yang juga bergerak dibidang wisata tirta/selam, seperti yang Saudara kemukakan, dapat dipastikan telah terjadi kesalahan penerapan tariff PPN yang disebabkan kesalahan penafsiran/penerapan ketentuan yang diatur dalam Kepmenkeu No. 567/KMK.04/2000 tersebut diatas. Hal ini bisa terjadi karena kesalahan penggunaan KLU, bukan karena masalah PMA-nya, dimana pada waktu dia melaporkan kegiatan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dia menggunakan KLU untuk jasa biro perjalanan atau jasa biro pariwisata yang berdasarkan Kepmenkeu tersebut diatas perhitungan PPN terutangnya adalah:
10 % X 10 % dari jumlah tagihan = 1 % X jumlah tagihan.
Kalau Saudara yakin bahwa dia adalah bukan biro perjalanan/biro pariwisata melainkan perusahaan penyelenggara wisata tirta/selam, Saudara berhak melaporkannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak setempat. Demikian penjelasan kami.