Consultations

category: PPN - SPT Masa

PPN - SPT Masa dan Pencatatan Akuntansi (PM dan PK)
(Posted on Oct 31, 2003)

Tanya:
Saya seorang mahasiswa akuntansi di Jakarta, mau bertanya
mengenai hal yang berkaitan dengan PPN (SPT Masa PPN) dan pencatatan
akuntansinya, sebelumnya saya ingin mengemukakan pendapat saya mengenai
pencatatan PM dan PK dalam kaitannya dengan angka yang tercantum dalam SPT Masa PPN (mohon dibenarkan kalau ternyata kurang benar/salah). Menurut saya, idealnya jumlah PM atau PK yang tercantum dalam laporan keuangan harus sama dengan PM atau PK yang dilaporkan dalam SPT (setelah diperhitungkan mengenai PM yang tidak dapat dikreditkan). Kemudian pertanyaan saya adalah, bagaimana pencatatan (jurnal) akuntansi pajak dalam hal ada faktur pajak dengan Masa Tidak Sama, bukankah hal ini akan menimbulkan perbedaan antara PM dan PK di Neraca dengan PM dan PK di SPT Masa PPN. Mohon bantuan dari Bapak untuk pemecahan kasus tersebut. Terimakasih. Thank you, Anton

Anton (on_line81@yahoo.com)

Jawab:
Kami kurang sependapat dengan Saudara, karena :
- Pencatatan dalam pembukuan didasarkan pada dokumen pembukuan berupa invoice yang diterima dari penjual maupun invoice yang dikirimkan kepada pembeli, dimana telah tercantum jumlah PPN-nya, termasuk yang Faktur Pajaknya (PM) belum diterima atau Faktur Pajaknya (PK) belum dibuat.
- Sedangkan yang dilaporkan dalam SPM PPN sebagai PM adalah Faktur Pajak yang telah diterima (dari penjual) dan sebagai PK adalah Faktur Pajak yang telah dibuat/diterbitkan oleh penjual.
Pencatatan PPN dipembukuan WP cenderung tidak akan sama dengan Pelaporan PPN pada SPM PPN, karena berdasarkan ketentuan Pasal 1 huruf a Kep.DJP No.KEP-549/PJ./2000 sebagaimana telah diubah dengan KEP-323/PJ./2001 (tentang saat pembuatan, bentuk, ukuran, pengadaan, tata cara penyampaian dan tata cara pembetulan Faktur Pajak Standar)diatur bahwa FP Standar harus dibuat paling lambat pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP atau penyerahan keseluruhan JKP.
Menurut pendapat kami tidak ada pencatatan/jurnal yang harus dibuat dalam hal terdapat FP Masukan dengan Masa Tidak Sama, karena istilah tersebut hanya dipakai/timbul pada saat pelaporan SPM PPN saja.
Demikian pendapat kami.