Consultations

category: PPN - Lain-lain

Skripsi Tentang Hubungan Istimewa Dalam PPn (May 20, 2005)

Message :
Siang Pak, saya mahasiswa UK PETRA.
Saya sedang membahas skripsi tentang hubungan istimewa dalam PPN dalam hal ini saya mau mengetahui keuntungan-keuntungan apa saja yang dapat dikunakan oleh sebuah wajib pajak yang mempunyai hubungan istimewa. Dengan adanya hubungan istimewa seharusnya akan menjadi lebih mengguntungkan bagi wajib pajak sehingga akan mempengaruhi PK maupun PM. Saya meminta dengan sangat bantuan Bapak. Terima kasih. Maaf jika ada kata-kata yang kurang sopan. GBU

Dari : Bayu

Jawaban

Pengertian hubungan istimewa yang dianut dalam peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku saat ini (termasuk dalam peraturan PPN) mengacu pada ketentuan Pasal 18 ayat (4) UU PPh.

Nuansa hubungan istimewa dalam kaitannya dengan PPN terdapat pada pengertian ~harga jual” dan ~penggantian” yang diatur dalam Pasal 1 angka 18 dan angka 19 UU PPN.
Kami tidak dapat memahami apa yang Saudara maksudkan dengan kondisi yang lebih menguntungkan bagi WP yang mempunyai hubungan istimewa sehingga mempengaruhi PK maupun PM-nya.
Sesungguhnya dengan mekanisme pengkreditan PM atas PK-nya oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) tidak akan ada dampak untung/rugi bagi WP/PKP yang bersangkutan, karena pada dasarnya pengenaan / pemungutan PPN bagi PKP (sepanjang telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan PPN) tidak mempengaruhi perhitungan R/L perusahaan.

Itulah sebabnya masalah hubungan istimewa tidak diatur secara rinci/detail dalam UU PPN tetapi diatur secara detail dalam UU PPh karena dampaknya akan sangat mempengaruhi perhitungan R/L perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi besar/kecilnya PPh terutang.

Demikian tanggapan kami.