Consultations

category: PPN - Objek Pajak

Pajak Jual Beli Saham

Tanya:
Yth. Pak Pri, perusahaan kami bertindak sebagai sub-broker/remiser jual-beli saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) melalui internet. Setiap order jual/beli dari klien akan kami teruskan kepada Broker BEJ. Kami dibebankan biaya oleh Broker 0,50% (komisi 0,327%, PPN 0,038%, BEJ fee 0,04%, salestax 0,1%). Semua dihitung.dari Nilai Saham (NS). Sedangkan kami menagih klien komisi 0,418%, PPN 0,042, biaya transaksi 0,14%.
Pertanyaannya :
1. Apakah perhitungan PPN sudah benar?
2. Apakah komisi untuk broker terhutang Pasal 23?
Terima kasih.
Dari: King G. (king_ganda@go.com)

Jawab:
Sehubungan dengan e-mail Anda tentang perlakuan perpajakan atas jasa sub-broker jual-beli saham melalui internet, dengan ini kami sampaikan pendapat kami atas hal tersebut.

PPN
Dalam SE-04/PJ.51/1991 tanggal 30 Januari 1991 tentang Perantara Perdagangan Efek (Pialang/Broker) sebagai Pengusaha Kena Pajak ditegaskan bahwa kegiatan Jasa Pialang (Broker) merupakan kegiatan Jasa yang terutang PPN. Angka 6 (2) dari ketentuan yang sama menyebutkan bahwa Dasar Pengenaan Pajak bagi Perantara Perdagangan Efek adalah seluruh komisi/provisi/fee yang diterima atau yang seharusnya diterima oleh Perantara Perdagangan Efek baik dari penjual maupun pembeli (pemberi amanat).

Mempelajari perhitungan pengenaan PPN keluaran yang Anda kenakan pada klien sebagaimana diuraikan dalam e-mail Anda, kami menemukan bahwa Anda mengenakan PPN sebesar 10% atas komisi yang dibebankan pada klien. Sedangkan atas biaya transaksi sebesar 0,14% (0,1% PPh + 0,04% fee BEJ), Anda tidak mengenakan PPN. Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, maka Anda harus memungut PPN keluaran sebesar 10% atas seluruh komisi/provisi/fee yang Anda terima (termasuk fee BEJ sebesar 0,04%). Sehingga PPN yang seharusnya Anda pungut dari klien adalah sebesar 0,046% (10% x (0,418% + 0,04%)).

PPh Pasal 23
Dalam Kep-176/PJ./2000 tentang Jenis Jasa Lain dan Perkiraan Penghasilan Netto PPh Pasal 23 tanggal 26 Juni 2000 dan berlaku mulai 1 Juli 2000 disebutkan bahwa atas Perkiraan Penghasilan Netto atas Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga adalah 40%. Sehingga atas Jasa di bidang perdagangan surat-surat dikenakan PPh Pasal 23 dengan tarif efektif 6% dari jumlah imbalan bruto.

Demikianlah informasi dari kami. Apabila masih memiliki pertanyaan sehubungan dengan hal-hal tersebut, silakan Anda ajukan pertanyaan lagi.