ECONOMIC UPDATE: Ketidakpastian Global dan Ketahanan Ekonomi Domestik di Tengah Tekanan Geopolitik 2026
ECONOMIC UPDATE: Ketidakpastian Global dan Ketahanan Ekonomi Domestik di Tengah Tekanan Geopolitik 2026
ECONOMIC UPDATE: Ketidakpastian Global dan Ketahanan Ekonomi Domestik di Tengah Tekanan Geopolitik 2026
By Super Administrator
23 July 2026
Share
Pada kuartal II 2026, ekonomi global masih tertekan oleh eskalasi konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi dan menahan laju pemulihan perdagangan dunia, meski optimisme gencatan senjata mulai muncul menjelang akhir Mei. IMF dan World Bank kompak merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026, masing-masing menjadi 3,10% dan 2,50%, mencerminkan risiko pelemahan yang masih membayangi. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia justru mencatatkan kinerja yang kuat, tumbuh 5,61% (yoy) pada triwulan I 2026, ditopang konsumsi rumah tangga, percepatan belanja Pemerintah, dan investasi yang tetap tinggi. Inflasi terjaga pada 3,08% (yoy) di bulan Mei, meski Rupiah menghadapi tekanan depresiasi akibat ketidakpastian global, sehingga Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 50 bps menjadi 5,25% guna menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung keberlanjutan momentum pertumbuhan.
Pada kuartal II 2026, ekonomi global masih tertekan oleh eskalasi konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi dan menahan laju pemulihan perdagangan dunia, meski optimisme gencatan senjata mulai muncul menjelang akhir Mei. IMF dan World Bank kompak merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026, masing-masing menjadi 3,10% dan 2,50%, mencerminkan risiko pelemahan yang masih membayangi. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia justru mencatatkan kinerja yang kuat, tumbuh 5,61% (yoy) pada triwulan I 2026, ditopang konsumsi rumah tangga, percepatan belanja Pemerintah, dan investasi yang tetap tinggi. Inflasi terjaga pada 3,08% (yoy) di bulan Mei, meski Rupiah menghadapi tekanan depresiasi akibat ketidakpastian global, sehingga Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 50 bps menjadi 5,25% guna menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung keberlanjutan momentum pertumbuhan.
Pada kuartal II 2026, ekonomi global masih tertekan oleh eskalasi konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi dan menahan laju pemulihan perdagangan dunia, meski optimisme gencatan senjata mulai muncul menjelang akhir Mei. IMF dan World Bank kompak merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026, masing-masing menjadi 3,10% dan 2,50%, mencerminkan risiko pelemahan yang masih membayangi. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia justru mencatatkan kinerja yang kuat, tumbuh 5,61% (yoy) pada triwulan I 2026, ditopang konsumsi rumah tangga, percepatan belanja Pemerintah, dan investasi yang tetap tinggi. Inflasi terjaga pada 3,08% (yoy) di bulan Mei, meski Rupiah menghadapi tekanan depresiasi akibat ketidakpastian global, sehingga Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 50 bps menjadi 5,25% guna menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung keberlanjutan momentum pertumbuhan.
Comment