ECONOMIC UPDATE: Ekspansi Global Berbasis AI dan Ketahanan Ekonomi Domestik di Tengah Bayang-Bayang Konflik 2026
ECONOMIC UPDATE: Ekspansi Global Berbasis AI dan Ketahanan Ekonomi Domestik di Tengah Bayang-Bayang Konflik 2026
ECONOMIC UPDATE: Ekspansi Global Berbasis AI dan Ketahanan Ekonomi Domestik di Tengah Bayang-Bayang Konflik 2026
By Admin
13 October 2026
Share
Pada kuartal III 2026, ekonomi global bergerak di antara dua kekuatan yang berlawanan: guncangan pasokan akibat konflik Timur Tengah dan dorongan positif dari siklus teknologi AI. IMF memproyeksikan pertumbuhan global sekitar 3,0% pada 2026, sementara World Bank memperkirakan 2,5%, dengan inflasi global naik ke 4,7%. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia sepanjang triwulan II 2026 tumbuh 5,29% (yoy), sehingga secara keseluruhan pertumbuhan pada semester I 2026 mencapai 5,45% yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga, laju investasi yang tumbuh tertinggi sejak 2023, serta belanja Pemerintah. Pada Agustus 2026, Inflasi terkendali sebesar 3,19% (yoy), sementara Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% untuk menjaga stabilitas Rupiah yang berada di kisaran Rp17.600–18.000 per dolar AS. Pada sisi fiskal, pendapatan negara hingga Agustus 2026 mencatakan pertumbuhan 25,4% (yoy) dengan defisit APBN terkendali di 0,93% PDB.
Pada kuartal III 2026, ekonomi global bergerak di antara dua kekuatan yang berlawanan: guncangan pasokan akibat konflik Timur Tengah dan dorongan positif dari siklus teknologi AI. IMF memproyeksikan pertumbuhan global sekitar 3,0% pada 2026, sementara World Bank memperkirakan 2,5%, dengan inflasi global naik ke 4,7%. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia sepanjang triwulan II 2026 tumbuh 5,29% (yoy), sehingga secara keseluruhan pertumbuhan pada semester I 2026 mencapai 5,45% yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga, laju investasi yang tumbuh tertinggi sejak 2023, serta belanja Pemerintah. Pada Agustus 2026, Inflasi terkendali sebesar 3,19% (yoy), sementara Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% untuk menjaga stabilitas Rupiah yang berada di kisaran Rp17.600–18.000 per dolar AS. Pada sisi fiskal, pendapatan negara hingga Agustus 2026 mencatakan pertumbuhan 25,4% (yoy) dengan defisit APBN terkendali di 0,93% PDB.
Pada kuartal III 2026, ekonomi global bergerak di antara dua kekuatan yang berlawanan: guncangan pasokan akibat konflik Timur Tengah dan dorongan positif dari siklus teknologi AI. IMF memproyeksikan pertumbuhan global sekitar 3,0% pada 2026, sementara World Bank memperkirakan 2,5%, dengan inflasi global naik ke 4,7%. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia sepanjang triwulan II 2026 tumbuh 5,29% (yoy), sehingga secara keseluruhan pertumbuhan pada semester I 2026 mencapai 5,45% yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga, laju investasi yang tumbuh tertinggi sejak 2023, serta belanja Pemerintah. Pada Agustus 2026, Inflasi terkendali sebesar 3,19% (yoy), sementara Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% untuk menjaga stabilitas Rupiah yang berada di kisaran Rp17.600–18.000 per dolar AS. Pada sisi fiskal, pendapatan negara hingga Agustus 2026 mencatakan pertumbuhan 25,4% (yoy) dengan defisit APBN terkendali di 0,93% PDB.
Comment